Alassumur Kulon, mwcnukraksaan.or.id – Dalam rangka memperingati satu abad hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama versi Masehi, Pengurus Ranting NU (PRNU) Alassumur Kulon bersinergi dengan Pemerintah Desa Alassumur Kulon menggelar kegiatan Burdah, Selamatan Desa, dan Tabligh Akbar pada Sabtu (14/2/2026). Acara akan berlangsung di Tanah Ranting NU Alassumur Kulon, sebelah barat flyover tol.

Ketua PRNU Alassumur Kulon, Muhammad Fadlil, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas perjuangan panjang NU selama satu abad dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah, merawat tradisi, serta mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, peringatan satu abad NU bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat tekad untuk melanjutkan estafet perjuangan para ulama. “Satu abad adalah perjalanan panjang yang penuh pengorbanan. Kita wajib mensyukurinya dengan doa, shalawat, dan penguatan ukhuwah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut rencananya akan menghadirkan Ketua PCNU Kraksaan, KH Hafidzul Hakim Noer, serta Khodimul Majelis Al-Waly, KH Syamsul Arifin, sebagai penceramah dalam Tabligh Akbar. Kehadiran dua tokoh tersebut diharapkan mampu memberikan tausiyah yang menyejukkan dan membangkitkan semangat kebersamaan warga.

Burdah yang akan dilantunkan oleh para jamaah menjadi simbol kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus ekspresi tradisi keagamaan khas Nahdlatul Ulama. Sementara selamatan desa menjadi bentuk doa bersama agar masyarakat Alassumur Kulon senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Muhammad Fadlil kembali menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum. Ia mengajak seluruh masyarakat, baik warga NU maupun masyarakat luas, untuk hadir dan meramaikan acara tersebut.

“Kami mengundang seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Mari kita hadir bersama, bershalawat, berdoa, dan menimba ilmu dalam tabligh akbar ini. Semoga menjadi wasilah keberkahan untuk kita semua,” ungkapnya.

Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi para peserta. Hadiah yang disediakan beragam, mulai dari beras, kompor gas, kambing atau domba, hingga voucher umroh yang menjadi hadiah utama.

Doorprize tersebut diharapkan menjadi daya tarik sekaligus bentuk apresiasi panitia kepada masyarakat yang hadir. Namun demikian, Fadlil menegaskan bahwa esensi utama kegiatan tetap pada doa, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Penulis: Alfin Maulana Haz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *