Kraksaan – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU MWCNU Kraksaan menggelar kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Nahdlatul Ulama (UAMNU) dan Akreditasi Madrasah pada Kamis (22/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menegaskan komitmen bersama dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah di wilayah Kecamatan Kraksaan.

Kegiatan yang digelar di MI Tarbiyatul Islam, Jalan Dr. Soetomo Nomor 54 Kandangjati Kulon, Kraksaan, tersebut dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan Dr. Chusnul Muali, Ketua LP Ma’arif NU MWCNU Kraksaan Muhammad Zuhdi Hasan, M.Pd, Ketua KKM MI Kraksaan Hj. Qurratu Aini, M.Pd.I, Pengawas Madrasah Kecamatan Kraksaan Dr. Hosnan dan Anggre Afreandina, seluruh Kepala MI se-Kecamatan Kraksaan, serta para operator madrasah.

Dalam sambutannya, Ketua LP Ma’arif NU MWCNU Kraksaan, Muhammad Zuhdi Hasan, M.Pd, menegaskan bahwa UAMNU tidak sekadar berfungsi sebagai evaluasi akademik semata, melainkan sebagai instrumen strategis dalam pembentukan karakter peserta didik.

“UAMNU bukan hanya menguji kemampuan kognitif siswa, tetapi juga mengukur sejauh mana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dipahami dan diimplementasikan sejak usia dini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa internalisasi nilai ke-NU-an melalui UAMNU merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, moderat, dan berakhlak.

“Madrasah Ma’arif NU memiliki tanggung jawab ideologis dan kultural untuk menanamkan nilai Aswaja sebagai karakter dasar peserta didik,” tegasnya.

Sementara itu, Pengawas Madrasah Kecamatan Kraksaan, Dr. Hosnan, menyampaikan bahwa pelaksanaan UAMNU dapat dilakukan secara fleksibel dengan tetap memperhatikan agenda pendidikan nasional.

“Karena jadwal UAMNU beririsan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional, maka forum ini menyepakati UAMNU dilaksanakan setelah TKA nasional selesai, yakni pada Mei 2026,” jelasnya.

Menurutnya, kesepakatan tersebut penting agar pelaksanaan ujian berjalan efektif tanpa menambah beban administratif maupun psikologis bagi madrasah dan peserta didik.

“Prinsipnya adalah efektif, tertib, dan tidak memberatkan, namun tetap menjaga kualitas,” imbuhnya.

Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan, Dr. Chusnul Muali, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi atas langkah strategis LP Ma’arif NU MWCNU Kraksaan yang berhasil mendorong seluruh madrasah di Kecamatan Kraksaan untuk melaksanakan UAMNU.

“Capaian 100 persen madrasah melaksanakan UAMNU ini menunjukkan soliditas kelembagaan dan kesadaran kolektif akan pentingnya mutu pendidikan serta penguatan identitas ke-NU-an,” ungkapnya.

Ia menilai, konsistensi pelaksanaan UAMNU merupakan bagian dari ikhtiar menjaga marwah madrasah Ma’arif NU sebagai lembaga pendidikan yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara ideologis.

Selain membahas UAMNU, kegiatan ini juga menyoroti urgensi akreditasi madrasah sebagai instrumen utama penjaminan mutu pendidikan. Para kepala madrasah dan operator mendapatkan penguatan terkait kesiapan administrasi, pemenuhan standar nasional pendidikan, serta strategi peningkatan nilai akreditasi secara berkelanjutan.

Penulis: Alfin Maulana Haz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *