Kraksaan, 02 Maret 2024 – Pondok Pesantren Zainul Anwar merayakan momen emasnya dalam Haflah Ikhtibar ke-60 yang megah dan penuh makna. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 02 Maret 2024 atau 21 Syakban 1445 di area baru Pondok Pesantren Zainul Anwar, tepatnya di Musholla Al Hasani. Hadir dalam kegiatan ini, para tokoh masyarakat dari unsur pemerintah desa serta tokoh terkemuka di Kabupaten Probolinggo, mencerminkan dukungan dan pengakuan atas peran penting pondok pesantren dalam pendidikan dan pembinaan karakter. Kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran Ketua Tanfidiyah dan Rois Syuriah, beserta jajaran pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) Alassumur Kulon – Kraksaan. Meriahkan suasana, mauidhoh hasanah (tausiyah) disampaikan oleh Habib Abu Bakar bin Murtadho Assegaf dari Solo. Pesan-pesan kebijakan dan nilai-nilai keislaman menjadi sorotan dalam mauidhoh hasanah tersebut. Kegiatan dimulai dengan semangat kebersamaan melalui kegiatan jalan sehat di pagi hari yang diikuti oleh santri, murid, dan guru dari Paud, RA, MI, Mts, MA, serta Pengurus Pondok – Yayasan. Doorprize yang disiapkan oleh panitia semakin menambah keceriaan acara. Bazar yang diadakan turut menunjukkan semangat kewirausahaan dan kebersamaan. Lembaga, pengurus pondok, dan alumni berpartisipasi dalam berbagai lomba yang diadakan di bazar tersebut. Meskipun hujan turun pada saat acara puncak di malam harinya, semangat tidak surut. Rangkaian acara dimulai dari penampilan murid RA dengan drama musikal, disusul oleh MI Hadrah kolosal, Mts metode syaril qur’an, dan MA Silat Pagar Nusa yang memukau. Santri juga menampilkan kreasi nadhom al miftah, serta Paduan Suara Santri yang menyentuh hati. Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Anwar, KH. Hasan Assyadzili Abdullah, menyampaikan sambutan yang penuh apresiasi atas kelancaran dan keberhasilan kegiatan ini. Dalam mauidhohnya, Habib Abu Bakar memberikan pesan berharga agar santri tidak lepas dari bimbingan gurunya, seperti ranting yang tidak boleh lepas dari pohonnya. Haflah Ikhtibar ke-60 Pondok Pesantren Zainul Anwar tidak hanya menjadi momentum perayaan sejarah, tetapi juga menjadi panggung inspirasi bagi seluruh santri, guru, dan pengurus untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat Islam. Post navigation Pengajian Rutin di Masjid Jami’ At-Taubah: Hikmah Puasa Ramadhan Gelar Pondok Romadhon, Osis SMAN 1 Kraksaan Kerjasama Dengan Lakpesdam MWCNU Kota Kraksaan