KRAKSAAN, mwcnukraksaan.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan melaksanakan kunjungan turun ke bawah (turba) ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kraksaan pada Jumat (30/10/2026) malam. Kegiatan yang dikemas dalam agenda Lailatul Ijtima tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi antarpengurus.

Tim turba PCNU Kraksaan dipimpin langsung oleh Rais Syuriah KH Abdul Wasik Hannan. Turut membersamai Wakil Rais KH Mukhlisin Saad, KH Hasan Asy-Syadili, KH Mudoffi, Wakil Katib Gus Habiburrahman, Wakil Ketua PCNU Kiai Moh Amin Husaini, Kiai Amir Mahmud serta Wakil Bendahara PCNU H. Sugianto dan Gus Muhammad Syahdi.

Rangkaian acara diawali dengan pengajian kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang disampaikan oleh Wakil Katib MWCNU Kraksaan, Kiai Muhammad Zaenal Abidin.

Dalam pemaparannya, Kiai Zaenal menjelaskan tentang ciri-ciri Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah maraknya klaim kebenaran dari berbagai kelompok. Ia mengajak jamaah memahami Aswaja berdasarkan prinsip dan ajaran yang telah diwariskan para ulama, khususnya sebagaimana dijelaskan oleh pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.

Usai pengajian, Rais Syuriah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan dan gerakan organisasi yang telah dilaksanakan oleh MWCNU Kraksaan.

Kiai Wasik, sapaan akrabnya, menilai aktivitas di tingkat MWC memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi jam’iyah sekaligus menghidupkan khidmah Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kami mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan MWCNU Kraksaan. Ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghidupkan organisasi dan menjalankan khidmah kepada Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Selain itu, Kiai Wasik secara khusus mengingatkan pentingnya tabayyun atau klarifikasi terhadap setiap informasi yang beredar, terutama di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks di media sosial.

“Jangan mudah percaya terhadap setiap informasi yang kita terima. Apalagi langsung menyebarkannya sebelum mengetahui kebenarannya. Tabayyun itu penting agar kita tidak ikut menyebarkan hoaks yang bisa menimbulkan fitnah dan perpecahan,” tegasnya.

Menurutnya, warga Nahdliyin harus mampu bersikap bijak dalam bermedia sosial. Menjaga persatuan dan keharmonisan organisasi tidak hanya dilakukan dalam forum pertemuan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku dalam menyikapi informasi di ruang digital.

Rangkaian Lailatul Ijtima kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Kraksaan mengenai persiapan pelaksanaan puncak peringatan HSN.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa panitia tengah mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan dua agenda utama, yakni Jalan Sehat dan Tabligh Akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 1 November 2026.

Pemaparan tersebut sekaligus menjadi bagian dari koordinasi dan konsolidasi agar seluruh rangkaian kegiatan puncak HSN 2026 dapat berjalan lancar dengan melibatkan partisipasi warga Nahdliyin serta masyarakat luas.

Melalui kegiatan turba yang dibingkai dalam Lailatul Ijtima ini, diharapkan komunikasi dan koordinasi antara PCNU dan MWCNU Kraksaan semakin erat. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman keaswajaan, merawat persatuan, serta meneguhkan semangat khidmah dalam membesarkan jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Kontributor: Alfin Maulana Haz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *