Dalam rangka menyemarakkan sekaligus mensukseskan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Panitia HSN Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kraksaan menggelar Gerakan Koin Santri di berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU serta sejumlah pondok pesantren di wilayah Kraksaan. Kegiatan ini digelar di halaman Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Patokan, Jl. Raya Panglima Sudirman No. 374, Kraksaan, usai pelaksanaan upacara Hari Santri pada Rabu (22/10/2025). Sehari sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di SMK Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Kraksaan, sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi dan penggalangan Gerakan Koin Santri. Gerakan ini merupakan upaya menumbuhkan semangat kemandirian dan kebersamaan santri dalam berkontribusi terhadap kegiatan ke-NU-an, khususnya momentum Hari Santri. Melalui gerakan koin santri, para santri diajak untuk ikut berjuang dan berkontribusi dengan cara sederhana namun bermakna, sebagaimana keteladanan para muassis Nahdlatul Ulama dan para pejuang kemerdekaan yang berjuang dengan tenaga, pikiran, waktu dan harta. Ketua Panitia HSN 2025 MWCNU Kraksaan, S. Rudy Rizaldi menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar pengumpulan dana, melainkan gerakan edukatif dan moral untuk membangun kesadaran kolektif santri dalam berkhidmat dan meneladani perjuangan para ulama. “Santri harus meneladani semangat para pendiri NU yang berjuang dengan penuh keikhlasan. Koin santri menjadi simbol gotong royong, kepedulian, dan cinta tanah air,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Panitia HSN 2025, Mohammad Amin Husaini, menegaskan bahwa semangat gerakan koin santri adalah bentuk latihan bagi para santri untuk peduli dan ikut ambil bagian dalam setiap perjuangan umat. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai perjuangan dan tanggung jawab sosial sejak dini. Setiap koin yang disumbangkan santri memiliki nilai besar jika dilakukan dengan keikhlasan dan kebersamaan,” ungkapnya. Senada dengan itu, Sekretaris Panitia HSN 2025, Muhammad Yazid menyampaikan bahwa gerakan ini juga menjadi media dakwah yang menguatkan karakter santri. “Kegiatan ini bukan hanya urusan materi, tetapi juga pendidikan karakter. Santri diajak untuk berbagi, peduli, dan ikut merasa memiliki kegiatan besar yang digerakkan oleh NU,” jelasnya. Rencananya, hasil dari gerakan koin santri ini akan digunakan untuk mendukung rangkaian kegiatan Hari Santri 2025 di Kraksaan, termasuk ziarah muassis, jalan sehat bersarung, tabligh akbar, dan bazar UKM yang akan digelar di halaman Kantor Kecamatan Kraksaan. Dengan semangat “Jihad Santri Jayakan Negeri”, gerakan koin santri ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa tanggung jawab santri, serta menanamkan jiwa keikhlasan dalam berjuang di jalan Nahdlatul Ulama. Penulis: Alfin Maulana Haz Post navigation Camat Kraksaan All Out Dukung HSN 2025 MWCNU Ratusan Kader NU Kraksaan Ziarah Tokoh Pendiri