Kraksaan, mwcnukraksaan.or.id – Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2025 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kraksaan menggelar rapat koordinasi pada Senin (13/10/2025) di Aula MWCNU Kraksaan, Jalan Sunan Bonang No.9, Kraksaan Wetan. Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU, dan panitia HSN.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai persiapan teknis dan konseptual dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2025, yang tahun ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 15.000 santri dan warga Nahdliyyin di wilayah Kraksaan. Ketua panitia HSN MWCNU Kraksaan, Rudi Rizaldi, menjelaskan bahwa semangat kebersamaan antar elemen NU menjadi kunci utama suksesnya peringatan hari besar umat Islam tersebut.

“Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum spiritual dan kebangsaan untuk meneguhkan kembali semangat jihad santri dalam menjaga agama dan negara. Alhamdulillah, seluruh elemen siap bersinergi menyukseskan kegiatan ini,” ujar Rudi Rizaldi.

Rangkaian HSN MWCNU Kraksaan akan diawali dengan ziarah muassis pada 26 Oktober 2025, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan tokoh-tokoh NU yang telah berjasa besar dalam dakwah dan perjuangan umat. Kegiatan akan berlanjut dengan jalan sehat santri pada 1 November 2025, yang diharapkan menjadi ajang kebersamaan, olahraga, dan syiar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Adapun puncak peringatan Hari Santri Nasional akan digelar dalam bentuk Tabligh Akbar, menghadirkan Majelis Al-Wali serta KH. Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU), sebagai penceramah utama. Acara ini diharapkan mampu memperkuat spiritualitas dan nasionalisme santri di tengah tantangan zaman modern.

Menariknya, Insyaallah Bupati Probolinggo Gus Haris dan Wakil Bupati Lora Fahmi juga turut diundang dalam peringatan tersebut. Kehadiran keduanya akan menjadi bentuk sinergi dan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang digagas oleh Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput.

“Pemerintah daerah dan NU harus terus bergandengan tangan, karena semangat Hari Santri adalah semangat kebangsaan. Santri adalah bagian penting dari perjalanan bangsa ini,” tambah Rudi.

Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan acara berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat.

Dengan mengusung semangat Hubbul Wathan Minal Iman (Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman), MWCNU Kraksaan mengajak seluruh warga Nahdliyyin untuk berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 2025. Peringatan ini bukan hanya ajang kebanggaan santri, tetapi juga momentum untuk meneladani perjuangan para ulama dan muassis dalam menegakkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di bumi Probolinggo.

Penulis: Alfin Maulana Haz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *